PASANG IKLAN
(type float)
Pengobatan Tradisional

Sejarah HIV AIDS

Ada anggapan bahwa sejarah HIV AIDS bermula dari daratan Afrika. Sejarah HIV AIDS itu menurut kisah tersebut bermula dari kebiasaan masyarakat setempat memakan daging monyet.sejarah HIV AIDS Darah monyet yang mengandung virus HIV itu lalu masuk ke tubuh manusia. Selanjutnya berkembang hingga sejarah HIV AIDS bergulir seperti yang dikenal saat ini.

Kalau orang Cina meyakini daging dan otak monyet mengandung khasiat tertentu, tapi tidak dengan orang Afrika. Kemungkinan mereka menyantap daging monyet karena budaya saja. Sejarah HIV AIDS di Afrika pun diyakini sudah sangat lama. Virus tersebut telah menyebar di benua hitam ini jauh sebelum penelitian tentang AIDS dilakukan. Tapi, kematian yang dilaporkan bukan hanya karena HIV maupun AIDS, melainkan karena penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, seperti TBC dan sesak nafas lainnya.

Sejarah HIV AIDS di Indonesia

Sejarah HIV AIDS bermula dari keberhasilan penelitian Jean Claude Chermann bersama dengan rekannya yang bernama Françoise Barré-Sinoussi, keduanya berasal dari Perancis, yang sukses membuktikan bahwa virus HIV adalah virus penyebab AIDS. Itu terjadi pada kurun tahun 1983. Sejak saat itu, penelitian demi penelitian terus digalakkan.

Nama AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) sendiri diberikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di Atlanta, AS. Sebelumnya, Jean Claude Chermann menyebutnya HTLV-III atau LAV. Sementara itu, sejarah HIV AIDS di Indonesia dimulai pada 1983-an atau mungkin juga lebih awal dari tahun itu. Hal ini karena adanya penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter bernama Dr. Zubairi Djoerban terhadap 30 waria yang ada di Jakarta. Beberapa waria tersebut menunjukkan gejala penyakit menular seksual HIV AIDS.

Pada 1986, cerita sejarah HIV AIDS di Indonesia tersebut memasuki babak baru. Hal ini diawali dengan meninggalnya seorang pasien hemofilia (suatu penyakit darah yang membutuhkan transfusi darah secara berkala). Pasien yang masih pada usia produktif ini (25 tahun), diyakini mendapatkan virus HIV AIDS dari transfusi darah. Ciri-ciri medis yang teramati menunjukkan kalau si pasien mengalami apa yang biasa dialami oleh para penderita HIV AIDS. Setelah itu, terdatalah seorang wisatawan dari Belanda yang dirawat di Bali dan akhirnya meninggal karena HIV AIDS.

Sejarah HIV AIDS Dan Obat-obatan
gambar sejarah HIV AIDS
Gencarnya kampanye tentang HIV AIDS telah membuat sejarah HIV AIDS menjadi semakin berwarna. Obat-obatan semakin murah dan mudah didapatkan hingga ke Puskesmas. Bahkan, buah merah dari Papua juga diyakini oleh beberapa pihak bisa menghambat laju perkembangan virus HIV AIDS (walaupun hingga kini belum ada data yang pasti tentang kefektifitasannya).

Sejarah HIV AIDS juga menunjukkan satu rumor yang menyebutkan bahwa salah seorang penderita HIV AIDS berhasil sembuh 100% setelah cangkok sumsum tulang belakang.

Kini, di Indonesia pun ada sebuah Balai Pengobatan Tradisional ( tepatnya di kota Bandung – Jawa Barat), yang mengklaim dapat membantu para Orang Dengan HIV AIDS ( ODHA ) dalam menyembuhkan virus HIV AIDS. Klaim pengobatan tradisional tersebut pun diperkuat dengan Bukti Hasil Laboratorium pasiennya yang sudah sembuh.

Sedangkan sejarah HIV AIDS mencatat bahwa obat-obatan medis virus HIV AIDS selama ini adalah ARV, yang hingga kini dapat diperoleh dengan gratis di seluruh rumah sakit Indonesia.

Sejarah HIV AIDS dan Kematian

Walaupun begitu, ternyata sejarah HIV AIDS juga masih diselimuti oleh kematian demi kematian yang cukup mengerikan. Para penderita HIV AIDS yang berasal dari ekonomi bawah, seperti di India, Afrika, dan wilayah lainnya di dunia, lebih memilih bunuh diri. Selain itu, ternyata kebanyakan penderita HIV AIDS tersebut bukan meninggal karena HIV atau AIDS, melainkan karena hepatitis C atau bahkan sirosis yang akhirnya menjadi kanker hati. Kematian ini lebih mengerikan karena sebelum kematian menjemput, si pasien akan mengalami penderitaan panjang yang membuat mereka menderita secara fisik.

 

Komentar Tentang Sejarah HIV AIDS

Memberi Komentar »

 
 

peliittttt

masa tulisan nya ga boleh di bagiiiiiiii

 

kalo mo ngopi artikel tentang penyakit menular seksual, caranya gampang kok…. ketik ulang aja.. :p
tapi cantumin sumbernya dari web ini ya… :D
salam sehat…

 

aduh.. ini kan buat tugas sekolah… nggak bsa d coppy sih…

 

nahhhh…. makanya…. semenjak dari sekolah kita belajar ngetik yuk.. :P

jangan maen langsung kopas aja… oke..

 

hayooe pd ngpaien thuue

 

oke min,, yang penting informasinya kan.. thank…

 

hari ini teman saya meninggal dunia. klo menurut saya salah 1 faktornya krn HIV/AIDS (beliau I.D.U injection Drug User) krn menurut keluarga nya beliau ini sakit hepatitis. dan uda beberapa hari cm tergeletak dikasur ga bisa ngapa ngapain selain menggerakkan matanya dan mengeluarkan air mata.
bukan maksud saya memfonis tmn saya ini meninggal krn HIV. tapi berdsarkan penggunaan narkoba saya bisa memastikan beliau meninggal krn HIV. jika komentar saya ini ad kekeliruan mohon maaf.
terima kasih

 

turut berduka cita…

 

Thanks ats infox. :) ;)

 

kok sama kyak tement aq….andai sja penyakit nya tdk menular…. kaciant bnqet.. tment aq jga kna penyakit hepatitis

 

Bisa kasih info tntang penyakit HIV menurut para pakar gak ??

 

apa solusi t’baik bagi org yg t’jangkit HIV?, dmn mereka hax bz b’hrp belas kshn org laen u/bz m’bntux

 

Semoga kita yang belum terjangkit penyakit ini dapat lebih mawas diri dan lebih waspada lagi jangan sampai kita lalai. karena segala sesuatu yang terjadi pada diri seseorang itu tergantung pada cara orang tersebut menyikapi atau pola hidup orang tersebut. jadi berhati-hatilah dalam pergaulan.

Form Untuk Memberi Komentar

 
(tidak akan dipublikasikan)
 
 
Komentar
 
 

Comments links could be nofollow free.

 
 
Artikel Kesehatan Lainnya:close