PASANG IKLAN
(type float)
Pengobatan Tradisional

Dampak HIV AIDS

Dampak HIV AIDS adalah akibat dari masuknya virus HIV terhadap tubuh seseorang. Sehingga seseorang itu mempunyai dampak psikososial terhadap masyarakat sekitarnya. Merasa minder atau tak mau bergaul merupakan salah satu dampak psikososial yang biasa ditemui pada penderita HIV.

Di bawah ini ada beberapa Dampak HIV AIDS jika menyebar di suatu kelompok masyarakat, diantaranya:

1. Dampak Demografi

Dampak HIV AIDS dan satu efek jangka panjang endemi HIV dan AIDS yang telah meluas seperti yang telah terjadi di Papua adalah dampaknya pada indikator demografi. Karena tingginya proporsi kelompok umur yang lebih muda terkena penyakit yang membahayakan ini, dapat diperkirakan nantinya akan menurunkan angka harapan hidup.

Karena semakin banyak orang yang diperkirakan hidup dalam jangka waktu yang lebih pendek, kontribusi yang diharapkan dari mereka pada ekonomi nasional dan perkembangan sosial menjadi semakin kecil dan kurang dapat diandalkan. Hal ini menjadi masalah yang penting karena hilangnya individu yang terlatih dalam jumlah besar tidak akan mudah dapat digantikan.

Pada tingkat makro, Dampak HIV AIDS adalah biaya yang berhubungan dengan kehilangan seperti itu, seumpama meningkatnya pekerja yang tidak hadir, meningkatnya biaya pelatihan, pendapatan yang berkurang, dan sumber daya yang seharusnya dipakai untuk aktivitas produktif terpaksa dialihkan pada perawatan kesehatan, waktu yang terbuang untuk merawat anggota keluarga yang sakit, dan lainnya,juga akan meningkat.

2. Dampak HIV AIDS Terhadap Sistem Pelayanan Kesehatan

Dampak HIV AIDS terhadap sistem pelayanan kesehatan adalah jika tingginya tingkat penyebaran HIV dan AIDS pada kelompok manapun berarti bahwa semakin banyak orang menjadi sakit, dan membutuhkan jasa pelayanan kesehatan. Perkembangan penyakit yang lamban dari infeksi HIV berarti bahwa pasien sedikit demi sedikit menjadi lebih sakit dalam jangka  aktu yang panjang, membutuhkan semakin banyak perawatan kesehatan.

Biaya langsung dari perawatan kesehatan tersebut semakin lama akan menjadi semakin besar. Diperhitungkan juga adalah waktu yang dihabiskan oleh anggota keluarga untuk merawat pasien, dan tidak dapat melakukan aktivitas yang produktif. Waktu dan sumber daya yang diberikan untuk merawat pasien HIV dan AIDS sedikit demi sedikit dapat mempengaruhi program lainnya dan menghabiskan sumber daya untuk aktivitas kesehatan lainnya.

Penelitian yang dilakukan oleh John Kaldor dkk pada tahun 2005 memprediksi bahwa pada tahun 2010, bila upaya penanggulangan tidak ditingkatkan maka 6% tempat tidur akan digunakan oleh penderita AIDS dan di Papua mencapai 14% dan pada tahun 2025 angka – angka tersebut akan menjadi 11% dan 29%.

Dampak HIV AIDS lain jika jumlah penderita AIDS meningkat berarti meningkatnya kebutuhan ARV. Rusaknya sistem kekebalan tubuh telah memperparah masalah kesehatan masyarakat yang sebelumnya telah ada yaitu tuberkulosis. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kejadian TB telah meningkat secara nyata di antara kasus HIV. TB masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia dimana setiap tahunnya ditemukan lebih dari 300.000 kasus baru, maka perawatan untuk kedua jenis penyakit ini harus dilakukan secara bersamaan.

3. Dampak HIV AIDS Terhadap Ekonomi Nasional

Mengingat bahwa HIV lebih banyak menjangkiti orang muda dan mereka yang berada pada umur produktif utama (94% pada kelompok usia 19 sampai 49 tahun), epidemi HIV dan AIDS memiliki dampak yang besar pada angkatan kerja, terutama di Papua. Epidemi HIV dan AIDS akan meningkatkan terjadinya kemiskinan dan ketidak seimbangan ekonomi yang diakibatkan oleh dampaknya pada individu dan ekonomi.

Dari sudut pandang individu Dampak HIV AIDS  terhadap penderitanya adalah tidak dapat masuk kerja sehingga jumlah hari kerja yang berkurang, kesempatan yang terbatas untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik dan umur masa produktif yang lebih pendek. Dampak individu ini harus diperhitungkan bersamaan dengan dampak ekonomi pada anggota keluarga dan komunitas.

Dampak HIV AIDS pada dunia bisnis termasuk hilangnya keuntungan dan produktivitas yang diakibatkan oleh berkurangnya semangat kerja, meningkatnya ketidakhadiran karena izin sakit atau merawat anggota keluarga, percepatan masa penggantian pekerja karena kehilangan pekerja yang berpengalaman lebih cepat dari yang seharusnya, menurunnya produktivitas akibat pekerja baru dan bertambahnya investasi untuk melatih mereka.

Dampak HIV AIDS dalam dunia kerja adalah berkurangnya moral pekerja (takut akan diskriminasi, kehilangan rekan kerja, rasa khawatir) dan juga pada penghasilan pekerja akibat meningkatnya permintaan untuk biaya perawatan medis dari pusat pelayanan kesehatan para pekerja, pensiun dini, pembayaran dini dari dana pensiun akibat kematian dini, dan meningkatnya biaya asuransi.

Pengembangan program pencegahan dan perawatan HIV di tempat kerja yang kuat dengan keikutsertaan organisasi manajemen dan pekerja sangatlah penting bagi Indonesia. Perkembangan ekonomi akan tertahan apabila epidemi HIV menyebabkan kemiskinan bagi para penderitanya sehingga meningkatkan kesenjangan yang kemudian menimbulkan lebih banyak lagi keadaan yang tidak stabil.

Meskipun kemiskinan adalah faktor yang paling jelas dalam menimbulkan keadaan resiko tinggi dan memaksa banyak orang ke dalam perilaku yang beresiko tinggi, kebalikannya dapat pula berlaku – pendapatan yang berlebih, terutama di luar pengetahuan keluarga dan komunitas – dapat pula  menimbulkan resiko yang sama.

Pendapatan yang besar (umumnya tersedia bagi pekerja terampil pada pekerjaan yang profesional) membuka kesempatan bagi individu untuk melakukan perilaku resiko tinggi yang sama: berpergian jauh dari rumah, pasangan sex yang banyak, berhubungan dengan PS, obat terlarang, minuman keras, dan lainnya.

4. Dampak HIV AIDS Terhadap Tatanan Sosial

Dampak HIV AIDS  terhadap tatanan soaial sosial adalah adanya stigma dan diskriminasi akan berdampak pada tatanan sosial masyarakat. Penderita HIV dan AIDS dapat kehilangan kasih sayang dan kehangatan pergaulan sosial. Sebagian akan kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan yang pada akhirnya menimbulkan kerawanan sosial. Sebagaian mengalami keretakan rumah tangga sampai perceraian. Jumlah anak yatim dan piatu akan bertambah yang akan menimbulkan masalah tersendiri. Oleh sebab itu keterbukaan dan hilangnya stiga dan diskriminasi sangat perlu mendapat perhatian dimasa mendatang.

Pengobatan Penyakit HIV

Walaupun dampak HIV AIDS sangatlah besar terhadap kehidupan manusia, namun hal ini akan berkurang dengan adanya pengobatan penyakit HIV AIDS. Ternyata penyakit HIV AIDS dapat disembuhkan dengan pengobatan tradisional seperti yang dilakukan oleh Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin. Hal ini bukan hanya sekedar klaim semata, sebab ada banyak bukti hasil laboratorium pasien yang sudah sembuh dari penyakit HIV AIDS. Anda bisa melihat langsung di situs resminya www.djamilah-najmuddin.com untuk melihat hasil laboratorium atau melihat alamat prakteknya.

Demikian penjelasan tentang Dampak HIV AIDS, karena itu kita sebagai sebuah masyarakat sudah seharusnya tidak memandang sebelah mata kepada para penderita HIV AIDS.

sumber : saveyousaveme.wordpress.com

 

Komentar Tentang Dampak HIV AIDS

Memberi Komentar »

 
 

memperihatinkan

nurul izzah daulay
 

knapa y penyakit hiv / aids hrus ad ??
masyarakat jdi suusah d buat x …

Form Untuk Memberi Komentar

 
(tidak akan dipublikasikan)
 
 
Komentar
 
 

Comments links could be nofollow free.

 
 
Artikel Kesehatan Lainnya:close