PASANG IKLAN
(type float)
Pengobatan Tradisional

Beberapa Mitos Tentang HPV

Beberapa Mitos Tentang HPVPenyakit HPV merupakan salah satu penyebab timbulnya kanker serviks pada wanita. Penyakit ini disebabkan oleh virus Human Pappiloma Virus yang sering disingkat menjadi HPV. Di AS tercatat ada sekitar enam juta kasus infeksi baru pada orang dewasa yang aktif secara seksual setiap tahunnya.

Pada dasarnya sebagian besar HPV dapat hilang dengan sendirinya, meski ada beberapa strain yang dapat menyebabkan munculnya kutil kelamin hingga kanker serviks. Padahal kanker serviks adalah kanker yang paling sering dikaitkan dengan HPV dan menyebabkan sekitar 500.000 kasus baru dan 275.000 kematian setiap tahunnya.

Sayangnya meski telah diupayakan edukasi dan kampanye dengan berbagai media tentang HPV, nyatanya kesalahpahaman tentang penyakit ini tetap ada. Ini dia beberapa mitos yang paling sering disalahpahami dari HPV, diantaranya

  • Tes pap yang tak wajar berarti risiko HPV tinggi

Tes pap merupakan screening yang paling sering digunakan untuk mencegah kanker serviks. Caranya, dokter akan mengambil satu kultur sel dari serviks seorang pasien wanita lalu memeriksa sel-sel tersebut untuk memastikan adanya tanda-tanda abnormalitas atau tidak.

Tapi karena sel yang tampak abnormal jumlahnya sedikit sehingga calon pasien membutuhkan screening lebih lanjut. Hanya saja itu bukan berarti Anda mengidap kanker yang diakibatkan oleh strain HPV, karena itu hanyalah salah satu penyebab potensialnya saja.

Bedanya mungkin karena adanya iritasi lokal, infeksi non-HPV, HPV berisiko rendah atau bahkan hanya karena kesalahan preparasi sampel sel semata.

  • Penggunaan kondom cegah HPV

Yang tak banyak diketahui orang adalah HPV seringkali disebarkan melalui kontak kulit, bukannya lewat cairan tubuh. Untuk itu, kondom memang dapat menurunkan risiko penyakit tersebut tapi tidak serta-merta menjadi sarana pencegahan yang memadai bagi HPV seperti halnya virus lain seperti HIV dan gonorrhea.

  • Seks oral itu aman dari risiko kanker

Meski HPV paling sering dikaitkan dengan kesehatan serviks, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology pada tahun 2011 mengungkapkan bahwa ternyata para pakar telah lama menemukan adanya lonjakan kasus kanker oral yang berkaitan dengan HPV.

Faktanya antara tahun 1988-2004, kasus kanker orofaringeal (kanker mulut) yang berkaitan dengan HPV terus mengalami peningkatan hingga 225 persen.

Lagipula seks oral adalah penyebab utama adanya kanker mulut dan esofagus sehingga screening terhadap kedua jenis kanker ini sangatlah penting dilakukan, terutama bagi pasangan yang sering melakukannya.

  • Sudah divaksin HPV berarti tak perlu khawatir soal kanker serviks lagi

Vaksin HPV memang berfungsi melindungi seseorang dari empat strain virus yang paling sering dikaitkan dengan kutil kelamin, termasuk kanker tapi bukan berarti metode itu bisa mencegah kanker secara keseluruhan.

Itulah mengapa salah satu kekhawatiran terbesar yang dirasakan komunitas medis adalah vaksinasi ini dianggap memberikan keamanan yang memadai serta mencegah orang-orang melakukan screening kanker secara rutin. Ada banyak informasi yang tak jelas tentang perlindungan tak menyeluruh yang ditawarkan oleh vaksin ini sehingga screening serviks masih diperlukan.

  • Kutil pada kelamin bisa jadi pra-kanker

Sejumlah strain HPV (berisiko rendah seperti tipe 6, 11, 42, 43 dan 44) dapat menyebabkan kutil kelamin namun strain lainnya (tipe 16, 18, 31 dan 45) bisa menyebabkan kanker serviks, vulva, vagina, penis, anus dan kanker orofaring (meliputi bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah dan tonsil).

Tapi bukan berarti satu kondisi yang ditimbulkan oleh HPV dapat mengakibatkan kanker seperti halnya kutil kelamin. Kendati kutil kelamin menyerang satu persen populasi orang dewasa yang aktif secara seksual di AS namun kondisi ini tidak menyebabkan kanker.

  • Vaksin HPV hanya untuk wanitaGambar Beberapa Mitos Tentang HPV

Vaksin pencegah HPV pertama yang beredar di pasaran, Gardasil disetujui untuk digunakan oleh remaja perempuan dan wanita dewasa pada tahun 2006, tiga tahun kemudian barulah vaksin ini boleh dipergunakan oleh remaja pria.

Karenya pada kenyataanya angka kasus kanker yang berkaitan dengan HPV pada pria juga terus mengalami peningkatan, diantaranya kanker anus dan penis, serta kanker mulut dan tenggorokan.

  • Remaja perempuan yang divaksin HPV akan menjadi aktif secara seksual

Menurut sebuah studi terhadap remaja perempuan, baik yang sudah diinokulasi maupun belum, tidak ditemukan adanya bukti bahwa remaja yang menerima vaksinasi ini akan terlibat dalam perilaku seksual yang berisiko, bahkan mereka tidak memiliki kecenderungan untuk terserang infeksi menular seksual, hamil atau menggunakan kontrasepsi. Dengan kata lain jarang terlibat dalam aktivitas seksual.

Sumber : detik.com

 

Komentar Tentang Beberapa Mitos Tentang HPV

Belum ada Komentar

Form Untuk Memberi Komentar

 
(tidak akan dipublikasikan)
 
 
Komentar
 
 

Comments links could be nofollow free.

 
 
Artikel Kesehatan Lainnya:close